Omah Tetirah Homestay

Senja di Omah Tetirah

Sudah ngopi hari ini?

Jakarta, MediaProfesi.com – “Saya perempuan yang menyukai senja” begitu kalimat yang dituturkan Emmy Kuswandari. Bukan karena warnanya jingga. Tapi ia muncul sesaat saja dan hilang setelahnya. Terlebih senja di OMAH TETIRAH. Ia begitu istimewa. Lebih dari 500 km mengukur aspal dari Jakarta menuju Yogya pun Saya rela.

OMAH TETIRAH, Dusun Sendang, Sendangtirto Berbah Sleman. Tanpa nomor. Tetangga kiri kanan akan suka cita menunjukkan rumah dengan pagar hijau dekat kali kecil, jika Anda menanyakan OMAH TETIRAH.

Paduan Suara

Begitu membuka pintu, NYESSS, suasana ADEM akan terasa. Bukan karena AC atau kipas angin. NYESSS yang akan sampai ke hati. Kata orang, kalau rumahnya ADEM, akan ADEM pula hati siapapun yang tinggal di dalamnya.

Tak usah bergegas. Di OMAH TETIRAH, waktu mati untuk sementara. Duduklah senyaman mungkin di GAZEBO. Nah…..Andaakan segera disambut suara serangga-serangga SAWAH. Mereka bernyanyi. Khusus buatSaya atau Anda. Makin keras dan kencang suaranya. Sahut-sahutan.

Dengarkanlah sambil melihat senja yang jingga. Tak sampai 15 menit. Paduan suara akan diakhiri suara kodok-kodok SAWAH. Ini ritual Saya di OMAH TETIRAH. Paduan suara yang merebut juara di hati Saya. Memang hanya sejenak. Tapi energinya melepaskan segala jerih dan penat yang ada.

Tak usah kecewa bila mereka berhenti menyanyi. Besok pagi, usai subuh, kembalilah ke GAZEBO ini. Duduklah dengan takzim. Tubuh yang sudah beristirahat akan disegarkan dengan serenade yang sama.

Saya tidak tahu berapa ratus penyanyi di SAWAH dan pohon-pohon besar sekitar OMAH TETIRAH. Yang jelas, suaranya kuat dan jelas. Penyemangat alami untuk menghabiskan hari. Keinginan untuk MENULIS, MELUKIS atau memanjakan mata dengan MEMBACA akan muncul segera.

Siap menyambutmu

Berlibur kadang tak harus kemana-mana. Di OMAH TETIRAH, Saya dan Anda bisa MEMANJAKAN JIWA. Ada sayangnya, dalam libur Natal dan tahun baru ini Saya terpaksa menolak lebih dari 50 calon kerabat OMAH TETIRAH. Sudah fully booked sejak beberapa waktu lalu.

Untuk yang satu ini Anda harus bergegas, memesan kemewahan koor dari SAWAH dan pohon-pohon besar di sekitar OMAH TETIRAH. Tempatkan nama Anda diurutan pertama daftar tamu kami untuk liburan mendatang. Ingat Juni hingga Juli liburan sekolah, long weekend ataupun hari prei lainnya. Ingat, paduan suara ini hanya ada di OMAH TETIRAH.

Serasa di Rumah Sendiri

Omah Tetirah tadinya memang kediaman pribadi. Sang empunya Emmy Kuswandari lebih banyak menghabiskan hari di Jakarta.  Hanya sebulan sekali Saya pulang, ujarnya. Ingin rumahnya tetap ramai, akhirnya terbersit keinginan mengundang sahabat-sahabatnya untuk mampir dan tinggal di rumahnya.

Supaya banyak teman ikut merasakan tinggal di dusun. Paling tidak ada nuansa lain, setelah terjebak kemacetan di kota atau lelah dengan segala rapat dan pertemuan, tambahnya.

Dari mulut ke mulut tersiarlah kenyamanan suasana dusun di Dusun Sendang, Sendang Tirto Berbah Sleman. Jaraknya yang tidak jauh dari kota dan hanya tujuh menit dari Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta, menjadi pilihan banyak orang. Bermula dari teman, membuat harga yang ditawarkannya pun bukan harga mahal.

Dengan fasilitas lima kamar tidur berukuran 5m x 6m dan 4m x 5m, lengkap dengan TV, kamar mandi dalam, AC dan air panas dingin, taman, gazebo untuk reriungan dan dapur dengan perlengkapannya, bisa dipergunakan beramai-ramai bersama 10 teman.

Warna-warni di dusun

Tidak ada yang berubah di Omah Tetirah. Apa yang Saya nikmati, ya.. itu juga yang dinikmati oleh teman-teman dan kerabat yang singgah. Di sini yang paling istimewa adalah suasananya,” tambahnya. Dikelilingi sawah, pepohonan rindang dan suasana pedesaan.

Datang dan singgahlah. Sambil menikmati nyanyian serangga dari dusun! * (Syam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *