Omah Tetirah Homestay

Wisata Hati di Omah Tetirah

Ini halaman belakang Omah Tetirah. Tempat untuk ngobrol bersama keluarga

BandungNewsPhoto.com | Sabtu, 27 Februari 2016 | 13:49 WIB

YOGYAKARTA – Yogya basah sore itu.  Hujan beberapa hari ini mungkin dikirim khusus dari langit untuk  menyuburkan pohon nangka madu, mangga dan kenanga yang baru saja ditanam di Omah Tetirah. Taman depan dan belakang baru saja dirapikan.  Mencabut rumput liar, memupuk, memindahkan tanaman dari pot ke tanah dan menambahkan tanaman baru dilakukan Emmy Kuswandari siang hingga sore, saat akhir pekan yang lalu.

“Ini pekerjaan yang menyenangkan. Di kota besar, kita belum tentu bisa menyentuh tanah dan bercocok tanam seperti ini. Buat Saya, ini hal sederhana yang patut kita syukuri,” ujar Emmy, empu Homestay Omah Tetirah, sore itu.

Banyak hal yang ia lakukan sendiri di Omah Tetirah. Tak segan Ia membereskan sendiri kamar-kamar untuk tamu atau meracik aroma terapi untuk Omah  Tetirah. “Harus ada sentuhan pribadi  Saya di sini,” tambahnya.

Kelekatan dengan dusun masih Ia pertahankan. Aroma terapi cukup dibuat dari bahan sederhana yang bisa didapat dari Pasar Potorono, 800 meter jaraknya dari Omah Tetirah. Tak lupa Ia selalu menambahkan sere di racikan aroma terapinya. “Sere bagus untuk usir nyamuk juga. Alami dan tidak ada dampak kimia,” jelasnya.

Homy
Kehangatan di kediaman pribadilah  yang ingin ia bagikan kepada tamu-tamu Omah Tetirah. Menurutnya,  sayang kalau rumah didiamkan tidak ditinggali. Bila banyak teman atau kerabat yang ikut merasakan kehangatan Omah Tetirah, ia pun bahagia.

“Tidak ada yang berubah di rumah ini. Kami makan dan bercengkerama di gazebo ini,” ujarnya.  Memberi makan ikan, menyiram tanaman atau berjalan-jalan di sawah sekitar rumah, adalah hal lazim yang Ia lakukan. “Biarkan tamu tetap merasa di rumah sendiri,” tambahnya.

Ruang tengah Omah Tetirah

Suasana Pedesaan
Lima kamar tidur cukup untuk ditinggal 10 orang atau bahkan lebih. Kamar yang sangat lega dari ukuran 4m x 5m, hingga yang 5m x 6m lengkap dengan televisi, kamar mandi di masing-masing kamar juga air panas dingin yang tersedia.

Masing-masing kamar istimewa. Favoritnya adalah kamar yang dekat dengan kolam ikan. “Suara gemericik air di pancuran itu sangat menenangkan,” jelasnya.

Omah Tetirah, homestay keluarga yang terletak di Dusun Sendang, Sendang Tirto Berbah Sleman. Hanya 7 menit dari Bandara Adi Sucipto.  Untuk yang baru sekali ke Yogyakarta, lebih  gampang untuk lewat dari Jalan Wonosari KM 8, samping Pasar Potorono belok ke kiri 800 meter.

Sepanjang belokan dari pasar tradisonal tersebut, nuansa dusun kental terasa. Kiri kanannya dihiasi hamparan padi yang tumbuh subur. Kadang kita bisa jumpai petani yang sedang makan bersama di sawah. Omah Tetirah dihiasi sawah di bagian depan dan juga di belakang gerbang pintu belakang, meskipun begitu akses ke jalan raya sangat mudah.

Adem
Begitu melewati taman depan rumah dan membuka pintu utama, udara sejuk akan terasa. “Lebih tepatnya rasa nyessss, adem. Kata orang, kalau rumahnya  adem, adem pula hati pemiliknya. Siapapun yang singgah, akan kerasan tinggal di dalamnya,” tuturnya panjang.

Kami singgah sebentar di kamar tamu yang ditata dengan kursi bergaya etnik.  Ia mengajak kami langsung menuju ke halaman belakang. Halaman belakang yang lega dengan taman dan kolam ikan yang seakan memagari gazebo rumah tersebut.

Tampak dari depan. Rumah cinta kami.

Gazebo cantik
Satu set kursi jati antik ditemani dua meja taman. Cukup untuk menampung anggota keluarga besar reriungan di tempat tersebut.  Aksen bata ekspos menguatkan  kesan tradisional dan alami.

“Inilah jantung hati Omah Tetirah. Biasanya kamar tamu hanya dilintasi sejenak, dan semua aktivitas dilakukan ke gazebo ini,” jelas Emmy. Halaman belakang bisa digunakan untuk pesta kebun, barbekyu ataupun memarkir kendaraan. Tiga buah kendaraan bisa berjajar rapi di sini.

Sudut  taman pun dipercantik dengan batu bata ekspos yang menghiasi dapur dan ruang untuk penjaga. Dapur kecil yang dilengkapi berbagai peralatan memasak. Di atas dapur, ada ruang untuk penjaga rumah.

Nyanyian Serangga
Suasana di gazebo menjadi lebih istimewa saat senja tiba. Sambil duduk santai, indera dengar kita akan dimanjakan dengan alunan suara serangga dari sawah atau tanaman besar di sekitar rumah. Suara ini bagai konser yang indah. Meski berlangsung tak lama, rasanya inilah kemewahan yang ditawarkan oleh Omah Tetirah.

“Sebulan sekali, Saya pasti ke sini, khusus hanya untuk mendengarkan serenade serangga ini. Rasanya semua lelah hilang dan muncul energi baru,” ujarnya.  Inilah recharge energi yang sesungguhnya. Menukar lelah dengan semangat dari desa. Alunan koor serangga ini akan muncul dua kali, di saat senja dan saat subuh tiba. “Suara indah yang hanya Saya dapat di dusun ini. Itu sebabnya, cinta Saya ada di sini,” ujarnya.

Kebutuhan khusus
Tidak hanya melayani tamu yang ingin berwisata, Omah Tetirah juga terbuka untuk mereka yang ingin beristirahat sehabis sakit atau juga sedang menjalani pengobatan untuk waktu relatif lama di Rumah Sakit Yogyakarta ataupun kota sekitarnya. “Kadang kita lupa, bahwa banyak orang yang membutuhkan tempat nyaman usai sakit.  Sejenak keluar dari kediaman pribadi dan menikmati suasana yang lain akan mempercepat suasana hati menjadi baik dan proses recovery berjalan lebih cepat,” ujarnya. Jauh-jauh harilah melakukan reservasi, supaya jadwal tidak berbenturan dengan tamu yang lain, tambahnya menutup bincang saat gelap menggantikan warna senja yang jingga.

Lokasi wisata sekitar Omah Tetirah:
Prambanan, Ratu Boko, Kid Fun, Galaxy Water Park, Dagadu, Kebun Binatang Gembira Loka, Kota Gede dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *